Agefield High: Rock the School merupakan game dengan latar kehidupan sekolah dan kisah coming-of-age. Agefield High: Rock the School membawa pemain ke kehidupan sekolah yang penuh drama, persahabatan, percintaan, dan konflik. Tokoh utamanya adalah Sam Tatum, siswa yang baru pindah ke kota kecil Agefield bersama keluarganya.
Masalahnya, Sam cuma punya waktu sekitar tiga bulan sebelum lulus.
Ibunya punya harapan yang cukup sederhana. Sam diharapkan bisa memperbaiki hidupnya, mendapat nilai bagus, kuliah, punya pekerjaan yang layak, lalu menjalani kehidupan normal seperti kebanyakan orang.
Sam sendiri belum tentu yakin dengan semua itu.
Ia mulai bertanya-tanya, apakah hidup yang terlihat sempurna di mata orang lain memang otomatis membuat seseorang bahagia?
Dari pertanyaan itulah cerita Sam di Agefield High dimulai.
Anak Baru di Agefield

Hari pertama di Agefield High tidak berjalan mulus. Sam harus beradaptasi dengan sekolah baru sekaligus berhadapan dengan berbagai kelompok sosial yang sudah punya aturan tak tertulis.
Di antara kelompok itu, para jock punya pengaruh yang cukup besar.
Sam kemudian bertemu Kale Baines dan Axel Philly. Keduanya punya satu keinginan yang sama: tiga bulan terakhir sebelum lulus harus dibuat seberkesan mungkin.
Mereka bahkan sudah punya nama untuk rencana tersebut: Rock the School.
Idenya sebenarnya cukup nekat. Mereka ingin menjatuhkan dominasi para jock, mengadakan pesta besar, menarik perhatian siswi-siswi populer, sampai menaklukkan acara prom.
Tapi Sam belum bisa langsung masuk begitu saja.
Ia harus membuktikan keberaniannya lewat sebuah dare. Dari situlah Sam perlahan terseret lebih dalam ke kehidupan sosial Agefield High.
Mulai Menjalankan Rock the School

Setelah berhasil membuktikan dirinya, Sam akhirnya diterima dalam kelompok Kale dan Axel. Rencana Rock the School pun mulai bergerak.
Buat Kale, semua ini bukan cuma soal bikin keributan selama tiga bulan terakhir sekolah. Ia ingin meninggalkan sesuatu yang bisa dikenang. Bukan menjadi siswa yang lulus lalu dilupakan begitu saja.
Sam pun mulai menjalankan berbagai tugas dan aktivitas, baik di sekolah maupun di sekitar Agefield. Ia bertemu orang-orang baru, masuk ke berbagai masalah, dan perlahan mengenal sisi lain dari kehidupan teman-temannya.
Masing-masing punya urusan sendiri.
Salah satunya adalah Chloe Rogers.
Sam mulai tertarik kepada Chloe dan berusaha mendapatkan perhatiannya. Di waktu yang sama, Kale ternyata menyukai Laura Glenfield. Karena sama-sama sedang mengejar orang yang mereka sukai, Sam dan Kale akhirnya saling membantu.
Persahabatan, Cinta, dan Masalah yang Makin Besar
Kesepakatannya sederhana. Sam membantu Kale mendekati Laura, sementara Kale membantu Sam mendekati Chloe.
Tapi urusan percintaan di Agefield jelas tidak sesederhana itu.
Ada Ashley, salah satu siswi paling populer di sekolah. Pada awal cerita, Ashley masih berpacaran dengan Seth.
Sampai sebuah pesta berakhir buruk.
Hubungan Ashley dan Seth mulai retak setelah kejadian tersebut, dan Ashley akhirnya memutuskan hubungan mereka.
Di saat yang sama, masalah antara Sam dan Seth ikut membesar. Awalnya cuma seperti persaingan antar siswa, soal status, popularitas, dan berbagai kenakalan khas anak sekolah.
Lama-lama berubah menjadi masalah pribadi.
Seth Mulai Memburu Sam

Bagi Seth, Sam sudah mengambil terlalu banyak hal yang sebelumnya menjadi miliknya. Pengaruh di sekolah, status sosial, bahkan Ashley.
Rasa kesal itu kemudian berubah menjadi obsesi untuk membalas dendam.
Puncak konfliknya terjadi ketika Seth menculik Chloe dan membawanya ke area rel kereta. Sam mengetahui apa yang terjadi dan bersama teman-temannya berusaha mencari Chloe.
Mereka akhirnya sampai di lokasi.
Seth pun harus berhadapan langsung dengan Sam dan teman-temannya.
Setelah Chloe berhasil diselamatkan, polisi dipanggil. Kejadian tersebut juga mengubah cara orang-orang melihat Sam.
Siswa baru yang sebelumnya dianggap bermasalah sekarang justru dipandang sebagai pahlawan.
Dari Anak Bermasalah Jadi Pahlawan

Cerita tentang keberanian Sam cepat menyebar di Agefield.
Agefield News memberitakan tindakannya, sementara wali kota ikut memberikan pujian. Bahkan kepala sekolah mengakui perubahan besar yang terjadi pada Sam.
Menurutnya, Sam sudah melakukan lebih banyak untuk Agefield dan sekolah tersebut dibandingkan yang ia lakukan selama bertahun-tahun menjabat sebagai kepala sekolah.
Yang menarik, perubahan Sam bukan cuma soal keberanian.
Nilai sekolahnya juga ternyata menjadi sangat bagus.
Pelan-pelan Sam membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar anak bermasalah yang datang ke sekolah baru dan bikin kekacauan. Ia mulai bisa mengambil keputusan sendiri dan melakukan sesuatu yang benar-benar berarti bagi orang lain.
Pilihan Sam di Prom
Setelah melewati berbagai masalah, Sam akhirnya sampai pada salah satu momen yang cukup penting dalam kehidupan sekolah: prom.
Kale menyarankan agar Sam mengajak Chloe. Tapi Ashley juga menjadi pilihan yang menarik. Ia populer, punya status sosial tinggi, dan jelas memiliki daya tarik tersendiri.
Jadi, pilih siapa?
Pilihan ini bukan cuma soal siapa yang akan menemani Sam ke pesta.
Chloe dan Ashley menggambarkan dua sisi kehidupan yang berbeda.
Hubungan dengan Chloe tumbuh dari pengalaman yang mereka lewati bersama dan kedekatan yang terbentuk sepanjang cerita. Ashley, di sisi lain, lebih dekat dengan dunia popularitas dan status sosial di sekolah.
Pilihan pemain nantinya menentukan arah hubungan Sam sekaligus membawa cerita menuju salah satu dari dua ending yang tersedia.
Axel dan Mimpinya Menjadi Rockstar

Sam bukan satu-satunya orang yang punya masalah sendiri.
Axel juga sedang mengejar mimpinya.
Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan cuma anak sekolah yang suka berkhayal ingin menjadi rockstar.
Menjelang sebuah pertunjukan besar, masalah muncul ketika nama Axel dikeluarkan dari lineup. Ia kemudian meminta bantuan Sam untuk mengubah rencana panggung agar tetap bisa tampil.
Usahanya tidak sia-sia.
Axel akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tampil dan berhasil mendapat sambutan dari penonton.
Kisah Axel membuat kelompok mereka terasa lebih dari sekadar geng anak sekolah yang ingin bersenang-senang. Kale punya urusan dengan Laura. Axel mengejar mimpinya menjadi rockstar. Sedangkan Sam masih mencari tahu sebenarnya ia ingin menjadi siapa.
Jadi, Apa Sebenarnya Arti Rock the School?
Menjelang akhir cerita, rencana Rock the School akhirnya mencapai tujuannya.
Tapi kalau dilihat lagi, Sam sudah berubah cukup jauh.
Saat pertama datang ke Agefield, ia hanyalah anak baru yang sedang mencoba menyesuaikan diri dengan tempat yang sama sekali asing. Sekarang ia punya teman, pengalaman cinta, musuh, sekaligus pengalaman membantu orang lain.
Kale bahkan mengakui bahwa rencana mereka berhasil.
Seth sudah dikalahkan. Hubungan baru terbentuk. Dan Sam kini dikenal sebagai salah satu siswa yang paling berjasa di sekolah.
Ternyata menjadi legenda sekolah bukan satu-satunya hal yang Sam dapatkan.
Ia menemukan sesuatu tentang dirinya sendiri.
Penutup
Agefield High: Rock the School pada dasarnya bercerita tentang seorang remaja yang datang ke tempat baru ketika hidupnya sudah seolah-olah direncanakan oleh orang lain.
Ibunya punya jalan yang dianggap ideal untuk Sam. Sekolah, nilai bagus, kuliah, pekerjaan, lalu kehidupan normal.
Tapi Sam punya pertanyaan sendiri.
Selama tiga bulan terakhir sebelum kelulusan, ia menemukan teman, cinta, masalah, musuh, dan keberanian. Semua pengalaman itu perlahan membuatnya sadar bahwa hidup tidak harus selalu berjalan di jalur yang sudah dibuatkan orang lain.
Rock the School memang bicara soal menjadi legenda sekolah.
Namun di balik semua pesta, perseteruan, percintaan, dan kekacauan itu, ada cerita tentang seorang anak yang sedang mencari tahu siapa dirinya.
Sam datang ke Agefield sebagai anak baru.
Ia pergi sebagai seseorang yang akhirnya menemukan tempatnya sendiri.

